www.bmtpas.com Surat Al-Fath ayat 4 merupakan salah satu ayat penting yang menggambarkan cara Allah SWT meneguhkan keimanan orang-orang beriman, khususnya pada masa-masa penuh ujian. Ayat ini turun berkaitan erat dengan peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, sebuah momentum bersejarah yang secara lahiriah tampak merugikan kaum Muslimin, namun hakikatnya mengandung kemenangan besar. Melalui ayat ini, Allah menyingkap hikmah ilahiah di balik ketenangan hati dan pertambahan iman.
Allah SWT berfirman:
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin agar bertambah keimanan mereka di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath: 4)
Asbābun Nuzūl Surat Al-Fath Ayat 4
Menurut para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dan Al-Wahidi, ayat ini turun setelah terjadinya Perjanjian Hudaibiyah pada tahun keenam Hijriyah. Saat itu, Rasulullah ﷺ bersama para sahabat berniat melaksanakan umrah, namun tertahan oleh kaum Quraisy. Kesepakatan damai yang dihasilkan tampak berat sebelah dan mengecewakan sebagian sahabat, hingga menimbulkan kegelisahan dan pertanyaan di dalam hati mereka.
Dalam kondisi inilah Allah menurunkan “as-sakīnah” (ketenangan) ke dalam hati kaum mukmin. Ketenangan ini bukan sekadar rasa tenang biasa, tetapi keteguhan iman yang membuat mereka menerima keputusan Rasulullah ﷺ dengan penuh kepasrahan dan keyakinan bahwa semua ketetapan Allah mengandung hikmah.
Penjelasan Tafsir Al-Qur’an
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa “as-sakīnah” adalah ketenangan yang Allah tanamkan di hati orang beriman agar mereka tetap istiqamah, tidak ragu, dan tidak goyah meski menghadapi situasi yang sulit. Ketenangan ini menjadi sebab bertambahnya iman, karena iman dalam Islam tidak bersifat statis, tetapi bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kelalaian.
Tafsir Al-Qurthubi menambahkan bahwa pertambahan iman di sini menunjukkan bahwa iman mencakup keyakinan dalam hati, ucapan lisan, dan perbuatan. Ketika seorang mukmin mampu bersabar, taat, dan ridha terhadap keputusan Allah, maka keimanannya meningkat secara kualitas dan kuantitas.
Penutup ayat yang menyebutkan bahwa Allah memiliki bala tentara langit dan bumi mengingatkan bahwa kemenangan tidak selalu datang melalui kekuatan manusia. Allah Maha Mengetahui kapan pertolongan diturunkan dan Maha Bijaksana dalam mengatur segala peristiwa.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Surat Al-Fath ayat 4 mengajarkan bahwa ketenangan hati adalah karunia besar dari Allah yang menjadi fondasi kokoh bagi keimanan. Dalam situasi sulit, seorang mukmin tidak dituntut untuk selalu memahami rencana Allah, tetapi diminta untuk percaya dan berserah diri.
Ayat ini juga menegaskan bahwa iman dapat dan harus terus ditingkatkan melalui ketaatan, kesabaran, dan kepercayaan penuh kepada Allah. Selain itu, ayat ini mengajarkan bahwa kemenangan sejati tidak selalu tampak secara kasat mata, karena di balik ujian sering tersembunyi keberhasilan besar yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang beriman.
Dengan demikian, Surat Al-Fath ayat 4 menjadi pengingat abadi bahwa ketenangan, iman, dan kebijaksanaan Allah adalah kunci menghadapi setiap ujian kehidupan.