www.bmtpas.com Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Banyak keutamaan yang Allah berikan pada hari ini. Selain menjadi hari pelaksanaan salat Jumat, terdapat pula satu keistimewaan yang sangat dinantikan oleh kaum Muslimin, yaitu adanya waktu ketika doa seorang hamba berpeluang besar dikabulkan oleh Allah SWT.
Salah satu waktu yang dianjurkan untuk dicari adalah penghujung hari Jumat, setelah salat Asar hingga menjelang Magrib. Sayangnya, kesempatan istimewa ini terkadang belum mendapatkan perhatian yang cukup. Banyak orang mengisi waktu setelah Asar dengan berbagai kesibukan, padahal ada kesempatan berharga untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah.
1. Hadis tentang waktu mustajab setelah Asar
Rasulullah ﷺ menjelaskan adanya waktu khusus pada hari Jumat ketika seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan permohonannya.
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ، يُرِيدُ سَاعَةً، لَا يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
Artinya:
“Hari Jumat itu terdiri atas dua belas waktu. Di antara waktu-waktu tersebut terdapat satu waktu yang apabila seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah Azza wa Jalla, niscaya Allah akan memberikannya. Maka carilah waktu tersebut pada saat terakhir setelah salat Asar.”
(HR. Abu Dawud No. 1048, dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani).
Hadis ini memberikan petunjuk kepada kita agar tidak melewatkan penghujung hari Jumat. Waktu setelah Asar hingga menjelang Magrib merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperbanyak doa.
2. Mengapa waktu menjelang Magrib perlu diperhatikan?
Dalam kehidupan sehari-hari, waktu setelah Asar sering kali menjadi waktu yang cukup sibuk. Ada yang masih bekerja, menyelesaikan pekerjaan rumah, berbelanja, menjemput anak, atau mempersiapkan aktivitas lainnya.
Padahal, jika kita memahami keutamaan waktu tersebut, tentu kita akan berusaha menyediakan sebagian waktu untuk berdoa.
Tidak harus berjam-jam. Kita bisa meluangkan waktu beberapa menit untuk duduk dengan tenang, berzikir, membaca istigfar, berselawat, dan memanjatkan doa kepada Allah.
Jangan sampai kita begitu mudah menyediakan waktu untuk urusan dunia, tetapi merasa berat meluangkan waktu untuk memohon pertolongan kepada Zat yang menguasai kehidupan kita.
3. Apa saja yang sebaiknya kita doakan?
Berdoa tidak harus selalu meminta sesuatu yang bersifat materi. Justru kebutuhan terbesar seorang Muslim adalah mendapatkan keselamatan iman dan kebahagiaan akhirat.
Beberapa hal yang dapat kita mohonkan antara lain:
-
Memohon ampunan: Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
-
Memohon keteguhan iman: Agar Allah menjaga hati kita tetap istiqamah dalam menjalankan agama.
-
Memohon kesehatan: Agar diberikan kesehatan jasmani dan rohani untuk beribadah dan berbuat kebaikan.
-
Memohon keberkahan rezeki: Agar mendapatkan rezeki yang halal, baik, cukup, dan membawa keberkahan.
-
Mendoakan keluarga: Agar pasangan, anak-anak, orang tua, dan seluruh keluarga mendapatkan perlindungan serta petunjuk Allah.
-
Memohon keselamatan akhirat: Agar mendapatkan husnul khatimah dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.
Kita juga dapat mendoakan saudara-saudara Muslim yang sedang menghadapi kesulitan, musibah, peperangan, dan berbagai ujian kehidupan.
4. Jangan hanya berdoa ketika sedang kesulitan
Sebagian orang baru sungguh-sungguh berdoa ketika menghadapi masalah. Ketika sakit, kehilangan pekerjaan, terlilit utang, atau menghadapi kesulitan keluarga, barulah mereka banyak mengangkat tangan memohon pertolongan Allah.
Padahal, doa bukan hanya sarana meminta pertolongan ketika kesulitan. Doa merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa manusia selalu membutuhkan Allah dalam setiap keadaan.
Ketika mendapatkan rezeki, berdoalah agar rezeki tersebut membawa keberkahan. Ketika keluarga dalam keadaan baik, berdoalah agar Allah menjaga keharmonisan. Ketika pekerjaan berjalan lancar, berdoalah agar dijauhkan dari kesombongan dan kelalaian.
Jadikan doa sebagai kebiasaan, bukan sekadar pelarian ketika menghadapi persoalan.
5. Membiasakan keluarga memanfaatkan waktu mustajab
Kebiasaan memperbanyak doa setelah Asar pada hari Jumat sebaiknya tidak hanya dilakukan sendiri, tetapi juga diperkenalkan kepada anggota keluarga.
Orang tua dapat mengajak anak-anak duduk bersama menjelang Magrib. Tidak perlu kegiatan yang rumit. Cukup dengan membaca istigfar, selawat, kemudian masing-masing menyampaikan doa sesuai kebutuhannya.
Kebiasaan sederhana ini dapat menanamkan kesadaran bahwa setiap Muslim membutuhkan pertolongan Allah. Anak-anak juga belajar bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh usaha, tetapi juga oleh doa dan pertolongan-Nya.
Penutup
Hari Jumat bukan sekadar hari untuk melaksanakan salat Jumat. Ada banyak kesempatan berharga yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas iman dan ibadah.
Salah satunya adalah waktu penghujung hari Jumat setelah salat Asar hingga menjelang Magrib. Rasulullah ﷺ telah memberikan petunjuk agar kita mencari waktu mustajab tersebut.
Mari jangan biarkan waktu istimewa ini berlalu tanpa doa. Sisihkan sejenak kesibukan dunia, tundukkan hati, angkat kedua tangan, dan sampaikan segala harapan kepada Allah.
Kita tidak pernah tahu doa mana yang akan dikabulkan dan kapan pertolongan Allah datang. Namun, jangan pernah berhenti berdoa. Sebab, seorang hamba yang berdoa sedang menunjukkan bahwa ia menyadari kelemahannya dan meyakini bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk memanfaatkan waktu mustajab pada hari Jumat, mengabulkan doa-doa terbaik kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kebaikan di dunia maupun akhirat. Aamiin.