www.bmtpas.com Emas bukan sekadar logam mulia berkilau: ia merupakan simbol nilai yang bertahan sepanjang sejarah manusia. Sejak peradaban awal Mesir kuno, Romawi, hingga era modern, emas menjadi standar alat tukar, simbol kekayaan, dan lindung nilai terhadap inflasi. Kualitas uniknya—tahan terhadap korosi, mudah dibentuk, langka namun dapat dikenali secara universal—menjadikannya medium pertukaran yang dipercaya antarbangsa dan lintas generasi. Emas tak mudah rusak, tak mudah dipalsukan, dan memiliki nilai intrinsik yang diakui luas. Inilah sebabnya nilainya relatif konstan dibanding aset lain yang lebih fluktuatif, seperti komoditas industri atau mata uang fiat yang dapat dicetak tanpa batas oleh bank sentral.
Perjalanan Harga Emas 50 Tahun Terakhir
Melihat harga emas selama lima dekade memberikan gambaran bagaimana peran emas sebagai instrumen nilai tetap relevan. Berikut tren perkembangan harga emas (dalam USD per ounce) berdasarkan data historis indeks harga emas dunia:
Tabel Ringkas Harga Emas (Averaged Annual Nominal)
| Tahun | Harga Emas (USD/ounce) |
|---|---|
| 1970 | ~$37 |
| 1980 | ~$673 |
| 1990 | ~$410 |
| 2000 | ~$290 |
| 2010 | ~$1,225 |
| 2020 | ~$1,770 |
| 2023 | ~$1,940 |
| 2024 | ~$2,386 |
| 2025 | ~$3,333 |
| Sumber: Data historis harga emas dari sumber grafik harga emas historis |
Grafik di atas menunjukkan betapa harga emas relatif rendah saat era standar emas (pra-1971), lalu mengalami lonjakan tajam setelah sistem Bretton Woods runtuh dan harga mulai mengambang bebas. Harga emas melonjak di era inflasi tinggi 1970–1980, kemudian stagnan pada 1980–2000, sebelum mengalami kenaikan signifikan di abad ke-21 saat krisis keuangan global dan pandemi COVID-19 mendorong permintaan safe haven.
Dilihat secara riil (inflation-adjusted), emas cenderung menjaga daya belinya: meskipun berfluktuasi, rata-rata harga emas dalam sepuluh tahun terakhir tetap berada jauh di atas nilai di awal 1970-an, menunjukkan kemampuannya mempertahankan nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang.
Mengapa Emas Memiliki Nilai yang Relatif Konstan?
Ada beberapa alasan logis:
-
Kelangkaan Alami – Emas langka di kerak bumi; jumlah yang ditambang bertambah sedikit setiap tahunnya, sehingga pasokannya tidak mudah meningkat drastis.
-
Simbol Kepercayaan Global – Emas diterima secara internasional tanpa tergantung politik atau sistem moneter tertentu.
-
Lindung Nilai terhadap Ketidakpastian – Pada masa krisis ekonomi atau geopolitik, investor beralih ke emas untuk “melindungi” nilai kekayaan mereka, mendorong permintaan dan harga. Contohnya, lonjakan harga emas baru-baru ini saat pasar global bergolak.
Maka dari itu, meskipun harga emas naik dan turun dalam jangka pendek, nilai jangka panjangnya menunjukkan peningkatan yang cukup stabil dibanding banyak aset lain—itulah yang membuatnya tetap populer sebagai aset lindung nilai (store of value).
Tantangan Kepemilikan Emas di Masyarakat
Bagi sebagian masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah, membeli emas secara tunai seringkali menjadi impian yang sulit terwujud. Sebabnya jelas: tingginya harga emas per gram membuatnya menjadi barang yang membutuhkan modal besar di awal, sedangkan pendapatan banyak orang tidak selalu cukup untuk itu.
Solusi Alternatif: Nyimas (Nyicil Emas)
Untuk mengatasi tantangan tersebut, konsep Nyimas (Nyicil Emas) hadir sebagai solusi pembiayaan syariah yang menarik. Nyimas adalah produk unggulan BMT PAS, yang menyediakan fasilitas bagi anggota untuk membeli emas secara cicilan sesuai prinsip syariah. Dalam program ini:
-
Anggota bebas menentukan bentuk emas, toko, dan kadar yang diinginkan.
-
BMT PAS membantu layanan buy-back bagi anggota yang ingin menjual kembali emasnya.
-
Uang muka minimal hanya 10% dari harga emas.
-
Ada opsi membawa emas langsung dengan menjaminkan BPKB atau sertifikat.
Tujuan Nyimas
-
Investasi dan lindung nilai aset
-
Memiliki perhiasan yang bernilai tinggi
Ketentuan & Syarat
-
Wajib menjadi anggota dan mengisi permohonan pembiayaan.
-
Melampirkan dokumen seperti foto kopi KTP & dokumen jaminan sesuai ketentuan.
Dengan demikian, Nyimas membuka kesempatan luas kepada masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap, tanpa harus menunggu tabungan besar terkumpul sekaligus, sekaligus menjaga nilai kekayaan mereka dalam jangka panjang.
Kesimpulan: Emas telah melintasi sejarah sebagai simbol nilai yang stabil dan alat tukar yang diakui secara global. Perkembangan harganya dalam 50 tahun mencerminkan perannya sebagai aset lindung nilai. Sementara itu, program cicilan seperti Nyimas dapat menjadi solusi praktis bagi masyarakat untuk ikut serta dalam kepemilikan emas—baik sebagai investasi maupun perhiasan—tanpa harus menunggu modal besar.