www.bmtpas.com Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, bidang maal KSPPS BMT PAS menyampaikan capaian yang menggembirakan dalam program pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu program unggulan yang mengalami peningkatan signifikan adalah PIM3 (Program Ibu Mengaji Maju Mandiri). Program ini mencatat pertumbuhan sebesar 37 persen, dari total penyaluran Rp619.500.000 pada tahun 2024 menjadi Rp847.500.000 pada tahun 2025. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat serta semakin luasnya dampak sosial yang dihasilkan.
PIM3 dirancang sebagai program pemberdayaan berbasis komunitas yang menyasar para ibu-ibu pengajian. Filosofinya sederhana namun kuat: membangun kemandirian ekonomi keluarga melalui sentuhan spiritual dan kebersamaan. Program ini memberikan pinjaman tanpa bagi hasil dalam skema pinjaman qardh sebesar Rp1.000.000 per orang. Skema qardh dipilih sebagai wujud kepedulian sosial, karena tidak membebani peserta dengan tambahan keuntungan komersial. Dengan demikian, semangat tolong-menolong (ta’awun) benar-benar terasa dalam praktiknya.
Mekanisme pengembalian pun dibuat ringan dan terjangkau. Setiap peserta mengembalikan pinjaman sebesar Rp25.000 per pekan, sehingga pinjaman lunas setelah 40 kali pertemuan. Skema ini bukan hanya memudahkan dari sisi nominal, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kebersamaan. Pertemuan rutin mingguan menjadi ruang silaturahmi, evaluasi usaha, sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual. Di sinilah letak keunikan PIM3: pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan dengan pembinaan ruhiyah.
Kenaikan 37 persen pada tahun 2025 menunjukkan bahwa program ini semakin diterima dan dirasakan manfaatnya. Peningkatan tidak hanya terjadi pada nominal penyaluran dana, tetapi juga pada jumlah peserta yang bergabung. Artinya, semakin banyak ibu-ibu yang mendapatkan akses permodalan untuk mengembangkan usaha mikro mereka—baik itu usaha makanan rumahan, perdagangan kecil, kerajinan, maupun jasa. Dampaknya tentu meluas pada peningkatan pendapatan keluarga dan ketahanan ekonomi rumah tangga.
Selain itu, aspek persebaran kelompok juga mengalami perkembangan signifikan di berbagai wilayah Kabupaten Bantul. Jika sebelumnya kelompok PIM3 terkonsentrasi di titik-titik tertentu, kini jangkauannya semakin meluas. Hal ini menunjukkan efektivitas pola pendampingan dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap KSPPS BMT PAS. Persebaran yang lebih merata juga berarti peluang pemberdayaan semakin inklusif dan tidak terpusat pada wilayah tertentu saja.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari sinergi antara pengelola, pendamping lapangan, serta komitmen para anggota. Transparansi dalam pengelolaan dana, kedisiplinan dalam pengembalian, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi fondasi utama keberlangsungan program. PIM3 bukan sekadar program pembiayaan, tetapi gerakan sosial untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Dengan capaian yang membanggakan di tahun 2025 ini, PIM3 membuktikan bahwa model pinjaman qardh dengan skema sederhana dapat menjadi instrumen efektif dalam pemberdayaan ekonomi umat. Harapannya, pertumbuhan ini tidak hanya berhenti pada angka, tetapi terus berkembang dalam kualitas dampak dan jangkauan manfaat. Melalui PIM3, KSPPS BMT PAS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi keuangan yang berkeadilan, inklusif, dan memberdayakan—mewujudkan ibu-ibu yang mengaji, maju dalam usaha, dan mandiri dalam kehidupan ekonomi keluarganya.