www.bmtpas.com Bulan Ramadhan memiliki kedudukan istimewa karena pada bulan inilah permulaan wahyu Al-Qur’an diturunkan. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 185 bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Peristiwa agung ini terjadi ketika Nabi Muhammad ﷺ berada di Gua Hira dan menerima wahyu pertama melalui Malaikat Jibril.
Tahapan Turunnya Al-Qur’an
Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap besar:
1️⃣ Dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (Langit Dunia)
Berdasarkan penjelasan para mufassir, Al-Qur’an pertama kali diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Qadr: 1 dan QS. Ad-Dukhan: 3.
2️⃣ Dari Langit Dunia kepada Nabi ﷺ Secara Berangsur
Setelah itu, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ. Wahyu pertama adalah lima ayat awal Surah Al-‘Alaq.
Hikmah turunnya secara bertahap antara lain:
-
Menguatkan hati Nabi ﷺ
-
Menjawab peristiwa dan persoalan yang terjadi
-
Memudahkan penghafalan dan pengamalan
Bagaimana Al-Qur’an Terpelihara?
Al-Qur’an terjaga melalui dua cara utama:
1️⃣ Hafalan (Hifzh)
Bangsa Arab memiliki tradisi kuat dalam menghafal. Para sahabat langsung menghafal setiap wahyu yang turun. Nabi ﷺ juga rutin muraja’ah bersama Jibril setiap Ramadhan.
2️⃣ Penulisan
Rasulullah ﷺ menunjuk para sahabat sebagai penulis wahyu seperti:
-
Zaid bin Tsabit
-
Ali bin Abi Thalib
-
Ubay bin Ka’b
Ayat-ayat ditulis di pelepah kurma, tulang, kulit, dan batu tipis.
Allah sendiri menjamin penjagaannya dalam QS. Al-Hijr: 9.
Kapan Al-Qur’an Dibukukan?
Pada Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq
Setelah banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam Perang Yamamah, atas usulan Umar bin Khattab, dilakukan pengumpulan Al-Qur’an dalam satu mushaf. Tugas ini dipimpin oleh Zaid bin Tsabit.
Tujuannya:
-
Menghindari hilangnya ayat karena wafatnya para penghafal
-
Menyatukan catatan yang tercecer
Pada Masa Utsman bin Affan
Ketika Islam meluas, muncul perbedaan dialek bacaan. Maka dilakukan standarisasi mushaf dan dikirim ke berbagai wilayah. Inilah yang dikenal sebagai Mushaf Utsmani.
Apakah Tulisan Al-Qur’an Berubah?
Dari sisi lafaz dan bacaan (qira’at mutawatir) tidak berubah sama sekali.
Namun dalam sisi penulisan (rasm), ada perkembangan:
-
Dahulu belum ada tanda titik dan harakat.
-
Pada masa berikutnya, ulama seperti Abu al-Aswad ad-Du’ali mulai memberi tanda baca untuk memudahkan non-Arab membaca.
-
Kemudian disempurnakan lagi dengan sistem harakat dan tanda tajwid.
Isi dan lafaz tetap sama, hanya sistem penulisan yang disempurnakan untuk menjaga kemurnian bacaan.