90 Hari Menjelang Ramadhan: Persiapan Menyambut Tamu Agung

www.bmtpas.com Sabtu 29 November 2025 bersama Ust. Yoyok Susetyo KSPPS BMT PAS – Yayasan Ibu Indonesia Mengaji mengadakan pengajian dan mujahadah Sabtu Kliwonan. Menjelang hadirnya bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Ramadhan adalah “tamu agung” yang datang membawa keberkahan, ampunan, dan kemerdekaan dari api neraka. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama dari Ramadhan adalah pembentukan takwa, sehingga persiapan menuju bulan ini menjadi sangat penting agar amal ibadah dapat optimal.

Berikut beberapa persiapan kunci yang perlu dilakukan sejak 90 hari menjelang Ramadhan.

1. Mempersiapkan Hati dan Niat yang Lurus

Persiapan utama adalah menata hati untuk menyambut Ramadhan dengan niat ibadah, bukan sekadar rutinitas tahunan. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang menjalani Ramadhan dengan penuh kekhusyukan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim).
Menata niat berarti menghadirkan kesadaran bahwa Ramadhan adalah kesempatan memperbarui hubungan dengan Allah, memperbanyak tobat, serta memohon kekuatan agar diberi kemampuan mengisinya dengan sebaik-baiknya.

2. Menyempurnakan Ibadah Harian Sejak Sebelum Ramadhan

Seseorang yang ingin kuat beribadah di bulan Ramadhan harus mulai membiasakan diri jauh hari sebelumnya. Para salafus shalih mempersiapkan diri enam bulan sebelum Ramadhan dengan doa dan peningkatan amal.

Persiapan ibadah bisa dilakukan dengan:

  • Membayar qadha puasa apabila ada hari yang tertinggal tidak puasa di tahun yang lalu
  • Membiasakan qiyamul lail walaupun hanya dua rakaat.

  • Menambah porsi membaca Al-Qur’an.

  • Memperbanyak dzikir dan istighfar.

  • Meningkatkan kualitas shalat fardu berjamaah.

Allah berfirman: “Dan bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu…” (QS. Ali Imran: 133). Ayat ini mendorong untuk mempercepat langkah menuju kebaikan bahkan sebelum Ramadhan datang.

3. Memperbaiki dan Membersihkan Dosa

Pertobatan adalah kunci. Tidak ada Ramadhan yang berkualitas tanpa hati yang berusaha dibersihkan dari dosa. Allah berfirman: “Bertobatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31).
Taubat sejati mencakup penyesalan, berhenti dari maksiat, dan tekad tidak mengulanginya. Dengan hati yang lebih bersih, ibadah Ramadhan akan lebih terasa ringan dan bermakna.

4. Mempelajari Kembali Ilmu Fikih Puasa

Banyak orang berpuasa bertahun-tahun, namun masih belum memahami hukum-hukum penting seperti hal-hal yang membatalkan puasa, adab sahur, hukum tarawih, atau perhitungan zakat fitrah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari).
Memahami fikih puasa sejak jauh hari akan membuat ibadah lebih sahih dan lebih berkualitas, tanpa terganggu keraguan atau kesalahan.

5. Menyusun Rencana Ibadah Ramadhan

Rencana ibadah adalah bentuk kesungguhan menyambut bulan suci. Susun target yang realistis namun menantang, seperti:

  • Khatam Al-Qur’an satu atau dua kali.

  • Shalat tarawih dan witir lengkap.

  • Sedekah harian.

  • Menjaga lisan dan akhlak.

  • Konsisten qiyamul lail.

Rencana ini membantu agar Ramadhan tidak berlalu tanpa arah.

6. Melatih Pengendalian Diri

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengontrol emosi, amarah, hawa nafsu, dan perilaku buruk. Nabi ﷺ bersabda: “Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari).
Melatih diri sejak sebelum Ramadhan, seperti membatasi media sosial, menahan amarah, dan memperbaiki akhlak, akan membuat puasa lebih mudah dijalankan.

7. Mempersiapkan Kesehatan Fisik dan Rutinitas Hidup

Ibadah Ramadhan menuntut fisik yang stabil. Karena itu, penting mulai mengatur pola tidur, pola makan sehat, serta menjaga kebugaran. Menjelang Ramadhan, mulailah membiasakan bangun lebih awal untuk qiyam atau membaca Al-Qur’an agar ritme tubuh lebih siap ketika sahur nanti.

Persiapan 90 hari sebelum Ramadhan adalah bentuk penghormatan pada bulan penuh rahmat ini. Dengan hati yang bersih, ilmu yang cukup, rencana ibadah yang jelas, serta kesiapan fisik dan mental, kita berharap Ramadhan mendatang menjadi yang terbaik dalam hidup—lebih kuat, lebih khusyuk, dan lebih mengantarkan kita kepada derajat takwa. Semoga Allah menyampaikan kita pada Ramadhan dan memberi kemampuan untuk mengisinya dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *