Cara Mengamalkan Hadits “Kenalilah Allah di Waktu Senang” dan Manfaatnya

www.bmtpas.com Imam Baihaqi adalah ulama besar yang memiliki kontribusi luar biasa dalam bidang hadis dan ilmu syariat. Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi, lahir tahun 384 H di Baihaq, wilayah Khurasan. Ia menuntut ilmu di Naisabur dan berguru kepada Al-Hakim An-Naisaburi, seorang pakar hadis ternama. Karya-karyanya mencapai lebih dari seribu jilid, seperti Syu’abul Iman, Al-Sunan Al-Kubra, dan Al-Asmâ’ wa Ash-Shifât, yang hingga kini menjadi rujukan penting dalam studi hadis dan akidah. Imam Baihaqi dikenal sebagai sosok ulama yang teliti, berhati-hati, dan sangat kuat hafalannya. Beliau wafat pada tahun 458 H, meninggalkan warisan ilmiah yang mengokohkan tradisi keilmuan Islam.

Makna Ma’rifatullah (Mengenal Allah)

Tema utama dari hadits yang diriwayatkannya ini mengarah kepada konsep ma’rifatullah, yaitu mengenal Allah dengan pengenalan yang benar. Ma’rifatullah bukan hanya mengetahui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, tetapi memahami keagungan, kekuasaan, dan kasih sayang-Nya secara mendalam. Ini adalah pengenalan yang menumbuhkan keyakinan, rasa takut, harap, cinta, dan kepatuhan kepada-Nya. Ma’rifatullah membuat seorang hamba sadar bahwa seluruh kehidupannya—lapang maupun sempit—berlangsung dalam pengawasan dan kelembutan Allah. Semakin tinggi pengenalan seseorang kepada Rabb-nya, semakin kuat pula imannya menghadapi kehidupan.

Maksud Hadits: “Kenalilah Allah di Waktu Senang”

Ketika Nabi ﷺ bersabda, “Kenalilah Allah di waktu senang, niscaya Dia akan mengenalimu di saat susah,” beliau memberikan prinsip besar dalam hubungan hamba dengan Allah. Yang dimaksud “mengenal Allah di waktu senang” adalah menjaga hubungan dengan Allah ketika kita diberi nikmat: sehat, mampu, aman, dan lapang. Banyak manusia yang hanya ingat Allah ketika kesulitan datang, tetapi lalai saat diberi kecukupan. Padahal, masa lapang adalah ujian yang tak kalah beratnya, karena melalaikan hati secara perlahan.

Sementara itu, “Allah akan mengenalimu di waktu susah” bermakna bahwa Allah akan memberikan pertolongan khusus, penjagaan, dan kemudahan ketika hamba tersebut menghadapi ujian. Bukan berarti sebelumnya Allah tidak mengetahui, melainkan Allah memberikan perhatian istimewa bagi hamba yang menjaga kedekatan dengan-Nya ketika lapang.

Penerapan Hadits dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengamalkan hadits ini berarti menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan dalam segala keadaan. Ada beberapa bentuk penerapannya:

  1. Mendirikan shalat tepat waktu, bukan hanya saat butuh sesuatu.

  2. Memperbanyak syukur atas nikmat kecil maupun besar.

  3. Berdzikir dan membaca Al-Qur’an secara konsisten, bukan musiman.

  4. Menjaga diri dari maksiat, terutama saat hidup mudah dan fasilitas melimpah.

  5. Bergantung dan meminta kepada Allah, bukan hanya ketika terdesak.

  6. Memperbanyak amal kebaikan, seperti sedekah dan membantu sesama, sebagai wujud syukur.

Dengan membiasakan diri taat di waktu lapang, hati menjadi terhubung dengan Allah sehingga ketika kesusahan datang, seseorang otomatis kembali kepada-Nya dengan penuh harap.

Manfaat Mengamalkan Hadits Ini

Jika seorang hamba terbiasa mengenal Allah dalam keadaan lapang, ia akan memperoleh banyak manfaat spiritual dan hidupnya. Di antaranya:

  1. Pertolongan Allah yang nyata dalam berbagai kesulitan hidup.
  2. Ketenangan batin, karena hubungan dengan Allah selalu terjaga.
  3. Kekuatan mental dalam menghadapi musibah.
  4. Nikmat iman, yaitu merasakan dekatnya Allah dalam setiap keadaan.
  5. Kepastian bahwa Allah tidak akan meninggalkannya, sebagaimana janji-Nya kepada hamba yang taat.

Hadits ini mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah bukan hubungan darurat, tetapi hubungan yang harus dibangun dengan konsisten. Siapa yang menjaga hubungan ini di waktu senang, maka Allah menjaganya di waktu susah. Sebuah pelajaran agung yang menjadi kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *