Makna Ayat 15-16 QS Al-Mu’minun Menurut Tafsir

www.bmtpas.com Ayat ini menjelaskan tentang siklus kehidupan manusia yang bermula dari penciptaan, kehidupan di dunia, kematian, dan kebangkitan kembali pada hari kiamat. Para ulama tafsir memberikan berbagai penjelasan terkait ayat ini, di antaranya Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Jalalain, dan Tafsir Al-Muyassar.

“Kemudian sesungguhnya kamu setelah itu benar-benar akan mati. Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minun: 15-16)

Tafsir Ibnu Katsir

Menurut Ibnu Katsir, ayat ini menegaskan kepastian kematian bagi setiap manusia sebagai bagian dari ketetapan Allah. Setelah mati, manusia akan memasuki alam barzakh hingga datangnya hari kebangkitan. Ayat ini juga berfungsi sebagai peringatan agar manusia tidak terpedaya dengan kehidupan dunia karena kehidupan sejati adalah kehidupan akhirat yang kekal. Ibnu Katsir menekankan bahwa kebangkitan manusia pada hari kiamat adalah kebenaran yang tidak bisa disangkal, sebagaimana firman Allah dalam berbagai ayat lain di Al-Qur’an.

Tafsir Al-Jalalain

Dalam Tafsir Al-Jalalain, ayat ini dijelaskan secara ringkas bahwa setiap manusia akan mati setelah menjalani kehidupan di dunia, lalu pada hari kiamat akan dibangkitkan kembali untuk menjalani perhitungan amal. Tafsir ini menyoroti kata “kemudian” (tsumma), yang menunjukkan adanya jeda waktu antara kematian dan kebangkitan, yaitu masa di alam barzakh.

Tafsir Al-Muyassar

Tafsir Al-Muyassar menjelaskan bahwa Allah mengingatkan manusia tentang realitas kematian yang tidak bisa dihindari dan kebangkitan yang pasti terjadi. Kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara kebangkitan di hari kiamat menandai awal dari kehidupan yang abadi. Ayat ini mengajarkan pentingnya persiapan menghadapi kehidupan setelah mati dengan amal saleh dan ketakwaan.

Kesimpulan

Dari berbagai tafsir yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa QS Al-Mu’minun ayat 15-16 merupakan pengingat akan hakikat kehidupan manusia yang bersifat fana. Setiap manusia pasti mengalami kematian dan kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Oleh karena itu, ayat ini mengandung pesan moral agar manusia tidak lalai dalam menjalani kehidupannya di dunia serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *